Komitmen Baru di Tahun yang Baru
Bermula dari sebuah acara radio yang membahas soal resolusi baru di tahun mendatang, things come undone yang perlu dituntaskan segera, target-target yang seyogyanya terpenuhi. Segala pencapaian yang pantas untuk dibanggakan, kegagalan yang patut disesalkan atau mungkin hal-hal tertunda yang masih dalam koridor toleransi untuk diselesaikan di masa datang.
Wah, sebentar lagi tahun ini pun usai. Ga kerasa ya? Klise banget. Perasaan kalender selalu tampak depan mata memperhatikan pergantian hari, minggu dan bulan. It’s nearly 365 days now, 54 weeks and 12 months.
Tahun yang baru merupakan salah satu momentum yang tepat untuk membuat sebuah komitmen baru dalam menjalankan keinginan di tahun yang baru. Mengingat kembali komitmen yang tahun lalu disusun, sepertinya beberapa diantara komitmen telah terselesaikan. Ada juga yang belum sih, ada juga yang harusnya diselesaikan dari tahun yang lalunya lagi belon juga rampung.
Let me see…
Aku mau beli Sony home theatre. Ganti kamera digital dengan Sony Cybershoot. Mau beli audio Video mobil Sony Xplode. Sony Playstation Portable. Nabung buat beli Sony Vaio. Expand Sony Memory Stick. What else ya?
Bagaimana dengan yang berikut ini?
Memperbaiki nilai yang kemarin sempet berantakan? Menyelesaikan kuliah tepat waktu? Menuntaskan skripsi yang terasa berat untuk disusun? Bagaimana dengan usaha menurunkan berat badan? Atau mungkin menaikkannya? Shaping more your body menjadi lebih proporsional? Melengkapi koleksi foto Paris Hilton? Hunting CD Linkin Park? Fort Minor?
Yang tercantum di atas ini mungkin hanya contoh yang ga seberapa. Kalian pasti memiliki setumpuk keinginan yang mungkin dapat diwujudkan di tahun depan.
Halah…
Sepertinya most of the wishes terasa begitu sekuler ya.
How about these advises…
Tahun depan aku akan rajin sembahyang. Aku akan mulai menyisihkan rejeki untuk rekan-rekan kita yang kesulitan. Aku akan mengurangi bergunjing. Berhenti menyakiti hati orang lain. Menuntaskan baca kitab suci dan mengamalkannya. Mencari rejeki yang halal. Hindari dengki. Melenyapkan penyakit hati. Jujur kepada diri sendiri dan orang lain. Memperbaiki hubungan vertikal ke atas dan horizontal. Mari menyambung kembali tali silaturahmi yang mulai terputus. Eratkan kembali persaudaraan yang mungkin ditahun ini mulai mengendur.
Wuih… hebat bener ya.
I know these are more than just theories. Ga gampang dapat menyelesaikan semua keinginan yang mungkin tampak mudah untuk dijalankan. Breakdownlah segala keinginan ini 1 per 1, perlahan namun pasti. The world will always have an end. Tapi perjuangan untuk menjalani hidup ini dengan bijaksana yang tak pernah berakhir kan ya?
Tulisan ini hanya mengingatkan kita untuk senantiasa berada dalam keseimbangan antara dunia ini dan dunia setelah dunia ini. Marilah kita meninggalkan tahun ini dengan membuka pintu maaf dan menghadapi tahun yang baru dengan sebuah semangat yang baru untuk menjadi manusia yang semakin menyempurnakan diri. Kita berusaha seoptimal dan semaksimal mungkin, that’s all what we can do.
New year, new life and brand new better commitments.
Selamat tahun baru. WDY.
About this entry
You’re currently reading “Komitmen Baru di Tahun yang Baru,” an entry on IndoCampus
- Published:
- 12.06.06 / 12am
- Category:
- Opini
Comments are closed
Comments are currently closed on this entry.